

Ihram adalah sebuah kondisi suci yang perlu ditunaikan oleh setiap jemaah haji atau umrah sebagai awal dari rangkaian ibadah mereka. Ada banyak sekali peraturan dan tata cara yang harus diperhatikan selama berihram, mulai dari larangan-perlakuan hingga kegiatan wajib yang harus dilakukan. Salah satu kegiatan wajib tersebut adalah prosesi pengenaan ihram, atau biasa dikenal sebagai “ihram dari”.
“Ihram dari” sendiri merupakan istilah yang merujuk kepada tempat atau posisi dimana seseorang memulai prosesi ihram. Menurut hukum syariah, ada beberapa tempat yang telah ditetapkan sebagai miqat (tempat memulai ihram) yang telah ditentukan oleh Rasulullah SAW. Berikut beberapa tempat miqat tersebut:
Prosesi ihram harus dimulai dari salah satu lokasi miqat ini. Jika seseorang berada di dalam batas-batas wilayah ini, maka ia tidak perlu keluar dari wilayah tersebut untuk mulai ihram. Namun, jika seseorang berada di luar wilayah ini, maka mereka harus melalui salah satu dari miqat tersebut dan memulai ihram dari sana.
Sebelum memasuki ihram, jamaah haji atau umrah harus melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu. Mereka wajib mandi junub dengan niat mandi ihram, kemudian memakai pakaian ihram yang terdiri dari dua helai kain tanpa jahitan bagi pria, dan pakaian sederhana yang menutup aurat bagi wanita.
Setelah melakukan semuanya, jamaah kemudian melantunkan niat dan talbiyah sebagai tanda telah memasuki keadaan ihram. Dengan demikian, kegiatan wajib yang disebut “ihram dari” telah dilakukan dan serangkaian ibadah haji atau umrah pun dapat dimulai.
Jadi, “ihram dari” bukan hanya menjadi awal dari serangkaian ibadah, tetapi juga menjadi momentum penting dari pelaksanaan ibadah haji atau umrah itu sendiri. Dalam prosesi ini, setiap jemaah diajak untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual sebelum masuk ke dalam perjalanan spiritual yang lebih mendalam.
Editor Team DomainJava berperan penting dalam penulisan artikel dibidangnya, seorang ahli dalam bidang write article dengan sangat profesional.