

Kesenjangan digital, atau “digital divide”, adalah istilah yang merujuk pada jurang yang memisahkan individu, rumah tangga, bisnis, dan wilayah geografis pada tingkatan ekonomi yang berbeda-beda dengan sejauh mana mereka memiliki akses dan menggunakan atau memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Istilah ini pertama kali muncul pada akhir tahun 1990an dalam diskusi politik di Amerika Serikat.
Konsep ini pada awalnya meliputi hal-hal terkait akses dan penggunaan TIK, seperti:
Namun, ada satu aspek yang tidak termasuk dalam konsep kesenjangan digital pada awalnya, yaitu kesenjangan inovasi.
Kesenjangan inovasi adalah jarak antara orang-orang yang menciptakan teknologi dan mereka yang hanya menggunakannya. Konsep ini pertama kali muncul dalam abad ke-21 dan tidak termasuk dalam diskusi awal tentang kesenjangan digital. Meski begitu, kesenjangan inovasi sekarang dianggap penting dalam diskusi tentang kesenjangan digital karena peranannya dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial, khususnya di negara-negara berkembang.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan masyarakat yang semakin kompleks, ruang lingkup kesenjangan digital telah berkembang dan sekarang mencakup lebih banyak aspek seperti kesenjangan sosial, budaya, kesehatan dan pendidikan.
Jadi, jawabannya apa? Sangat jelas bahwa kesenjangan inovasi awalnya tidak termasuk dalam konsep kesenjangan digital, namun sekarang menjadi hal penting dalam diskusi tentang kesenjangan digital. Ini menunjukkan bahwa konsep kesenjangan digital tidak statis, tetapi terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi dan masyarakat.
Editor Team DomainJava berperan penting dalam penulisan artikel dibidangnya, seorang ahli dalam bidang write article dengan sangat profesional.