

Sebagai seorang pembaca gemar, berbagai jenis teks telah kita konsumsi, mulai dari berita, ulasan, opini, dan tak terkecuali – teks editorial. Meski sudah kita konsumsi sehari-hari, apakah kita benar-benar mengenal teks editorial secara mendalam? Apa saja ciri-cirinya dan apa yang bukan merupakan ciri dari teks editorial?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu teks editorial.
Teks editorial adalah sebuah teks yang biasa muncul di media cetak seperti koran atau majalah, yang ditulis oleh editor atau sekelompok penulis untuk menyampaikan pendapat atau sikap resmi media tersebut terhadap isu-isu tertentu.
Teks editorial mempunyai beberapa ciri khas, di antaranya:
Nah, setelah mengetahui ciri-cirinya, kita bisa menuju kepada apa yang menjadi fokus kita: apakah yang bukan termasuk dalam ciri teks editorial.
Pertama, narasi pribadi. Teks editorial bukanlah teks yang mendetailkan pengalaman pribadi penulis, melainkan pandangan atau sikap resmi media terhadap suatu isu.
Kedua, kisah fiktif. Teks editorial bukanlah teks yang berisi kisah rekaan, melainkan membahas isu aktual dan nyata.
Ketiga, mempromosikan produk atau jasa. Teks editorial bukanlah teks iklan atau promosi. Tujuannya bukan untuk mempromosikan apa pun, melainkan untuk mempengaruhi opini atau pandangan pembaca terhadap suatu isu.
Oleh karena itu, seperti apa pun bentuk dan jenis teks lainnya, teks editorial punya ciri khasnya sendiri dan juga memiliki batasan-batasan apa yang tidak termasuk dalam ciri-cirinya. Narasi pribadi, kisah fiktif, dan mempromosikan produk atau jasa adalah beberapa contoh yang tidak termasuk dalam ciri teks editorial.
Jadi, jawabannya apa? Percayalah, jika seseorang memberikan contoh tengai narasi pribadi, kisah fiktif, atau mempromosikan produk atau jasa sebagai ciri dari teks editorial – dengan jelas kita tahu bahwa jawabannya tidak benar.
Editor Team DomainJava berperan penting dalam penulisan artikel dibidangnya, seorang ahli dalam bidang write article dengan sangat profesional.