

Rasul merupakan utusan Allah Yang Maha Esa yang dianugerahkan tugas mulia untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada umat manusia. Beberapa rasul terkenal seperti Nabi Muhammad, Nabi Isa, dan Nabi Musa adalah contoh nyata dari pelopor agama yang kuat dan berpengaruh. Salah satu keyakinan umum dalam agama Islam adalah bahwa rasul dimuliakan oleh Allah dan terpelihara dari perbuatan dosa. Terpelihara di sini disebut “Isma” atau “kesempurnaan” yang dimiliki oleh rasul.
Konsep “Isma” adalah ketidakmungkinan seorang Nabi atau Rasul untuk melakukan dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil. Isma ini mencakup keimanan yang sempurna dan pribadi yang saleh. Di dalam Al-Quran, terdapat beberapa ayat yang mengisyaratkan sifat “Isma” ini, salah satunya adalah Surah An-Najm ayat 2-4:
(2) Sesungguhnya sahabatmu itu (Muhammad) tidak (suka) mengada-adakan,(3) Dan tidak pula (suka) mengada-adakan perkara yang dipandang ringan,(4) Dan tiada yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauannya.
Ayat ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad, yang sebagai Rasul terakhir, merupakan contoh yang dapat diikuti dan tidak mungkin berbuat kesalahan dalam menyampaikan wahyu dititipkan oleh Allah. Hal ini menunjukkan bahwa para rasul dilindungi Allah agar terpelihara dari berbuat dosa guna menjaga integritas dan keabsahan ajaran yang mereka sampaikan.
Ada beberapa alasan mengapa para rasul dianggap terpelihara dari perbuatan dosa, di antaranya:
Jadi, jawabannya apa? Para rasul itu terpelihara dari perbuatan dosa, dan terpelihara tersebut disebut “Isma.” Hal ini merupakan konsep penting dalam Islam yang menegaskan kemurnian dan integritas para rasul untuk menjalankan misi mereka sebagai utusan Allah dan mengajar umat agama yang benar.
Editor Team DomainJava berperan penting dalam penulisan artikel dibidangnya, seorang ahli dalam bidang write article dengan sangat profesional.