Gaya Hidup yang Mementingkan Kepuasan Tersendiri apabila telah Mendapatkan Barang yang Diinginkan tanpa Memperhitungkan Skala Prioritas Kegunaan Disebut Apa?

- Author

Rabu, 19 Juni 2024 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Featured DomainJava

Featured DomainJava

Gaya Hidup yang Mementingkan Kepuasan Tersendiri apabila telah Mendapatkan Barang yang Diinginkan tanpa Memperhitungkan Skala Prioritas Kegunaan Disebut Apa?

Gaya hidup telah menjadi indikator penting dari identitas pribadi dan status seseorang dalam masyarakat. Cara kita berbelanja, apa yang kita beli, dan bagaimana kita menggunakan barang-barang itu seringkali mencerminkan siapa kita dan apa yang kita nilai. Salah satu pola perilaku konsumsi yang menjadi perhatian adalah pola konsumsi yang mengutamakan kepuasan pribadi seketika dari memiliki sesuatu, tanpa mempertimbangkan prioritas atau nilai praktis dari barang tersebut. Gaya hidup ini secara umum dikenal sebagai materialisme.

Materialisme: Kepuasan Tersendiri Tanpa Memperhitungkan Prioritas

Materialisme dapat didefinisikan sebagai penekanan pada kepentingan materi, khususnya acquisitiveness dan kecenderungan untuk mengukur keberhasilan dalam istilah kepemilikan materi. Orang yang materialistik cenderung berfokus pada kepemilikan fisik sebagai sumber kebahagiaan, kepuasan, dan keberhasilan dalam hidup.

Kepuasan pribadi yang diperoleh dari pembelian biasanya didasarkan pada keinginan dan tidak selalu berhubungan dengan kebutuhan atau prioritas. Misalnya, individu mungkin memiliki keinginan untuk membeli ponsel generasi terbaru, meskipun ponsel mereka saat ini masih berfungsi dengan baik dan memenuhi semua kebutuhan mereka. Atau, mereka mungkin membeli tas desainer mahal meski mereka sudah memiliki banyak tas lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Materialisme tidak hanya mengacu pada kecenderungan untuk menghargai barang-barang yang mahal. Orang yang materialistik juga bisa sangat mementingkan barang-barang yang kurang mahal, asalkan mereka mendapatkan kepuasan pribadi dari kepemilikan barang tersebut.

Dampak Materialisme

Mementingkan kepuasan pribadi dengan memperoleh barang-barang yang diinginkan tanpa mempertimbangkan skala prioritas kegunaan dapat memiliki beberapa dampak. Salah satunya, perilaku ini dapat berdampak pada kesehatan keuangan seseorang. Belanja impulsif yang tidak terkontrol bisa menyebabkan masalah keuangan dan hutang yang signifikan.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa materialisme dapat berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis. Orang-orang yang sangat materialistik cenderung mengalami tingkat stres yang lebih tinggi, kecemasan, dan depresi. Lebih jauh, mereka juga dapat kehilangan rasa kepuasan dengan apa yang sudah mereka miliki, karena selalu mengejar lebih.

Kesimpulan

Gaya hidup yang mementingkan kepuasan saat memperoleh barang yang diinginkan, tanpa mempertimbangkan prioritas atau kegunaan adalah bentuk materialisme. Meskipun mengejar kepuasan materi bisa merasa memuaskan dalam jangka pendek, perlu untuk selalu menjaga keseimbangan dan mempertimbangkan dampak jangka panjangnya. Belanja yang cerdas dan bijaksana, yang mempertimbangkan baik kebutuhan dan keinginan, adalah kunci untuk pencapaian kepuasan dalam konsumsi yang sehat dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Syekh Nawawi: Imam di Masjidil Haram, Guru di Haramain, dan Gelar Sayyidul Hijaz – Wilayah Apa yang Termasuk di Hijaz?
Teknik Pukulan dengan Tujuan untuk Melambungkan Shuttlecock Setinggi Mungkin Mengarah Jauh ke Garis Belakang adalah…
Amati Kemasan Berbentuk Balok yang Telah Disediakan Guru, Apakah Kamu Menemukan Ciri-Ciri Khusus pada Balok Tersebut?
Apakah Ibu dan Bapak Guru Pernah Mendapat Umpan Balik? Umpan Balik Apa yang Ibu dan Bapak Guru Ingat Hingga Sekarang?
Bagi Kita Semua, Bagaimana Sikap Kita Terhadap Bentuk Kemajuan Teknologi Termasuk Teknologi Komunikasi dan Informasi?
Bangsa Indonesia Menghargai Hak Asasi Manusia Sesuai dengan Nilai-nilai Pancasila, Bukan Hak Asasi Manusia yang…..?
Berpikir Terbuka, Dengan Belajar Hal yang Berbeda adalah Gambaran dari Seseorang yang Melakukan Proses Belajar yang…?
Biografi Roehana Koeddoes, Jurnalis Perempuan Pertama dan Pelopor Pers Perempuan di Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:51 WIB

Fire-Boltt Boltt Evo 4G Muncul di Geekbench, Debut Smartphone dengan Android 16 Mulai Terkuak

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:27 WIB

Oppo Reno 16 Series Harganya Berapa, Reno 16F 5G Bawa Baterai 7.000 mAh Mulai Rp7 Jutaan

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:19 WIB

Roadmap iPhone 2027 Bocor! Apple Siapkan iPhone Air 2, iPhone 19 Pro hingga Generasi Kedua iPhone Lipat

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:12 WIB

HP Samsung Android 17 Mulai Diuji, Ini Daftar Perangkat yang Berpeluang Kebagian One UI 9.0

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:12 WIB

Oppo Reno 16 dan Reno 16c Meluncur, Tombol AI Jadi Senjata Baru Lawan Smartphone Premium

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:07 WIB

Honor Siapkan HP Baterai 14.000mAh? Bocoran Terbaru Sebut Bisa Dipakai Berhari-hari

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:57 WIB

5 Cara Memotret Pemandangan dengan Kamera HP Android agar Hasil Tajam dan Instagramable

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:51 WIB

Harga Vivo X Fold6 Resmi di China, HP Lipat Premium dengan Kamera ZEISS 200MP Mulai Rp21 Jutaan

Berita Terbaru